Brak! Seseorang mendobrak pintu hingga menimbulkan bunyi yang keras. "Hei! jangan lari!" Luke terperanjat namun ia tidak benar menoleh, ia tidak mau menunjukkan wajahnya yang mungkin akan dikenali oleh dua pria itu. Dengan gerakan cepat, ia menggapai jendela lalu melompat keluar seperti seseorang yang lihai. "Ayo kita hadang dari luar!" Salah satu pria berkata seraya menarik jaket pria lainnya keluar. Luke mendarat ke tanah dengan keras hingga tudung hoodienya terlepas. Ia segera menggenggam tangan Isabella erat sambil mengedarkan pandangan ke sekitar namun hanya ada hutan yang berbatasan dengan bagian belakang gedung. "Luke, ke mana kita harus pergi? Apa kita harus masuk hutan?" tanya isabella panik. "Hei, berhenti!" Keduanya menoleh sekilas namun sayangnya itu membuat wajah Luke t
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


