~NOW~ Melody terjaga di pukul sepuluh pagi. Badannya terasa remuk redam saat mencoba beranjak dari ranjang untuk mencari keberadaan ponselnya yang terus berdering. Dilihatnya dari layar ponsel,Bayu terus berusaha menghubungi lewat panggilan telepon. Namun Melody enggan menjalin komunikasi dengan Bayu untuk saat ini sebelum mendapat penjelasan dari Arkan. Dia mengirim pesan singkat pada Bayu supaya berhenti menghubunginya untuk sementara waktu, sebelum akhirnya memilih menonaktifkan ponselnya. Sebelum keluar kamar dia menyempatkan diri untuk mencuci wajah dan menggosok gigi terlebih dulu. Dia menatap refleksi wajahnya dari balik cermin wastafel kamar mandi. Wajahnya pias, tak berwarna, dan mata sembab bekas menangis semalam. Meski perlakuan Arkan dini hari tadi terasa masih membekas di

