Cinta 21+

1570 Words

Evalinda tengah menyiapkan sesuatu di dapur, ia menaruh semua kue yang sudah jadi ke dalam rantang, lalu memisahkan untuk Ben di atas piring, Evalinda tersenyum dan jantungnya berdetak begitu kencang. Evalinda menggeleng malu, ia tidak pernah menyangka ia lebih menyukai Ben dibandingkan sebelumnya, entah itu karena alasan ia tengah hamil, atau memang perasaannya telah terusik. Evalinda menghela napas halus dan menggelengkan kepala, lalu sebuah tangan memeluknya dari belakang. Hembusan napas Ben terasa di pundak dan telinganya. Evalinda tersenyum dan berkata, “Apa kamu sudah menemukan dokumenmu?” “Sudah. Aku lupa telah memberikannya ke Jack semalam,” jawab Ben. Evalinda menautkan alis dan memalingkan wajahnya hendak menatap suaminya, namun posisi mereka saat ini tidak memungkinkan melak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD