[Itu Kak Ben, tadi enggak sengaja ketemu pas lagi cari kado buat temen aku. Terus Kak Bella ngajak makan ramen] Balas Langit tanpa mengatakan pada Bella kalau pemuda itu mengiriminya pesan. [Oh, ya udah selamat makan] Balas Abraar lagi, hanya Langit baca karena menurut bocah itu tidak ada lagi yang harus dia katakan. Bocah itu tidak tahu kalau keterangan kurang terang yang dia katakan pada Abraar sedang membuat Abraar yang baru saja di tinggalkan Fikri ke bawah merasa kelimpungan dengan persepsinya sendiri. "Bella ngajak Ben makan? padahal kan besok malem mereka janjian ketemuannya! Kenapa hari ini enggak sekedar say hello aja karena enggak sengaja ketemu, kenapa harus ngajak makan segala?" gerutu Abraar sambil menggenggam ponselnya dengan erat. "Ben pasti kegeeran banget karen

