Kontrak seumur hidup

1564 Words

"Jadi gimana Opah? aku boleh kan kerja di sini?" tanya Bella dengan penuh harap sambil menatap Pak Edi yang sedang membaca transkrip nilai yang dia tunjukkan, sedangkan Abraar duduk santai di sofa ruangan sang kakek sambil tersenyum menatap gadis itu. "Enggak, Opah enggak akan nerima kamu kerja di sini," jawab Pak Edi sambil menutup map yang di pegangnya lalu membuka kacamatanya Bella tercengang kaget mendengar jawaban laki laki itu. "Opah ... kenapa? Kak Abraar, bantuin ngomong dong!" kata Bella sambil menatap Pak Edi lalu menatap Abraar meminta pembelaan dan dukungan, Abraar hanya diam menggedikkan bahunya membuat Bella kembali menghadap ke depan menatap Pak Edi yang duduk di kursinya dan Bella menghadapnya di depan meja. "Opah enggak akan nerima kamu kerja di sini kalau tujuan kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD