Bella mengatakan akan menelepon Abraar saat dia akan pulang dan setelah gadis itu melakukannya Abraar segera meluncur dari rumah sang nenek ke kampus gadis cantik itu dengan perasaan berbunga bunga di imbangi perasaan berdebar debar. Eh, tidak, perasaan dalam hati pemuda itu tidak imbang sekarang, lebih banyak berdebar debarnya. Pemuda itu berkendara sambil bersenandung riang, di tatapnya kursi kosong yang nanti akan Bella duduki rasanya sudah tidak sabar pemuda itu untuk segera bertemu dengan gadis itu. Beruntungnya siang hari itu tidak terlalu macet hingga tidak terlalu lama Abraar sudah sampai di kampus Bella, pemuda itu mengetik pesan agar Bella mengetahui kalau dirinya sudah sampai. [Bell, Kakak udah di parkiran] Pesan yang Abraar kirim, tapi belum juga pesan itu berubah menja

