"Sayang, kamu sendiri?" tanya Abraar sambil menyambut sang kekasih dengan pelukannya. "Iya, Mommy, Daddy sama Langit makan siang di restoran buat ngerayain kemenangan bocah itu," jawab Bella sambil menaruh paper bag yang di bawanya di atas meja setelah melepaskan pelukannya. "Langit menang? hebat banget," puji Abraar dengan senyum lebarnya, Pemuda itu lalu mengikuti sang kekasih duduk di sofa. "Hebat dong, adik aku!" jawab Bella dengan bangga, Abraar malah mencibirkan bibirnya. "Hem ... giliran hebat ada di akui adik, tapi kalau di rumah berantem terus," ledek Abraar, sang kekasih hanya terkekeh geli. "Kok kamu enggak makan bareng mereka aja?" tanya Abraar membuat Bella menatapnya tajam. "Kalau aku makan di sana terus pacar aku yang kelewatan gantengnya ini kelaperan gimana? ak

