Suara bel berbunyi membuat Lany yang sedang bermalas malasan di sofa ruang tivi apartemennya mau tidak mau beranjak untuk membuka pintu, entah untuk siapa wanita itu tidak tahu tapi yang pasti itu bukan Ben karena pemuda itu tahu betul berapa pin smartdoor unit apartemennya. Kening mulus itu mengerut saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu dan membunyikan bel tadi, seorang wanita yang sangat tidak dia sukai, seorang wanita yang dia benci karena di anggapnya telah merenggut cinta dan kebahagiaan yang seharusnya menjadi miliknya. "Mau ngapain?" tanya Lany tidak ada ramah ramahnya padahal Bella datang dengan senyum manisnya dan sekeranjang buah di tangannya. "Enggak lagi sibuk kan? aku pengen ngobrol ngobrol sama kamu," kata Bella, sengaja agar Lany tidak menutup pintunya Bella s

