*** Hari-hari Raihan seperti satu hari yang terus berulang. Dia selalu disibukkan oleh pekerjaan dan pekerjaan. Meskipun sempat kecelakaan, ia sama sekali tidak memedulikan sakitnya. Datuk Razif sempat memberitahu lelaki itu untuk istirahat di rumah. Namun, Raihan tidak menuruti perintah kakeknya itu. Saat sudah sampai di kantornya, banyak karyawan yang mengkhawatirkan lelaki itu. Mereka berempati atas kecelakaan yang terjadi pada Raihan. Mereka banyak memberikan perhatian. Raihan bersyukur bahwasanya ia memiliki pekerja yang begitu loyal dengannya. "Selamat pagi, Kak Raihan!" Ariza berseru dari jarak jauh. Beberapa karyawan mengamati Ariza yang menyebut Raihan sebagai "Kak" yang seharusnya memanggil "Pak" untuk menghormati jabatan Raihan sebagai pemimpin perusahaan. "Selamat pagi

