* * * "Aku takut" ucap Alana di tengah keheningan berdua bersama Omar "apa yang kamu takutkan?" sahut Omar memadang wajah ayu Alana yang perlahan menampakkan kekhawatiran "kita dari kemarin bahagiaa banget" lanjut Alana "loh, bukannya itu bagus? "tidak,.." sangkal Alana "kenapa?" Omar memperhatikan dan menyeimbangkan mimik Alana yang tampak snagat serius "hidup itu selalu seimbang, Omar. Ketika kita diberi bahagia yang amat sangat, kita juga perlu menyiapkan untuk duka yang amat sangat pula "Alana, .." ucap Omar "ya" "aku siap" kata Omar dengan yakin dan mantap "siap untuk apa?" Alana bertanya "untuk menjalani bahagia yang amat sangat dan kemungkinan duka yang amat sangat, selama itu bersamamu" Ucap Omar seraya menggenggam jemari tangan Alana yang sangat dingin. Alana menatap

