Setelah feething baju, Ana terus bertanya kemana Aska membawanya. " cukup diam dan nikmatilah pemandangan jalan ratu ku." jawab Aska. Ana kesal karena suaminya tak mau menjawab satu pun pertanyaan yang ia tanyakan sedari tadi. Jalan menuju puncak, di mana Aska kecelakaan beberapa Minggu yang lalu. " apa kamu mau menemukan aku dengan selingkuhmu waktu itu ?." Aska hanya tersenyum, Ana melipat kedua tangannya di d**a. " lebih dari selingkuhan ku sayang ." jawaban Aska semakin mengundang emosi Ana. Akhirnya Ana diam, percuma saja bertanya. Toh jawabnya tidak sesuai dengan pertanyaannya. Menikmati pemandangan dan tertidur. Dengkuran halus mulai terdengar, Aska tersenyum mengusap pucuk kepala istrinya. Sampai di halaman, tempat mobil Aska terparkir. Ia membangunkan Ana. " Sayang bangu

