27

1194 Words

Hendrik jadi bingung sendiri, ia memang tak pandai merangkai kata agar hati seorang wanita tidak mudah tersinggung. Kini ia harap harap cemas menunggu hasil Audy keluar dari kamar mandi. " bagaimana Audy..." tanyanya saat Audy dari belakangnya Audy tak tak langsung menjawab wajah masih pucat, matanya memerah seperti sedang menahan tangis. Hendrik berdiri menghampirinya meraih benda pipih kecil di tangan Audy. 2 garis merah di tespek Audy, Hendrik langsung terkejut. Masak iya baru sekali sudah langsung jadi, sama halnya dengan Ana. Audy tertunduk sedih, tubuhnya terkulai lemah di atas lantai tanpa ubin di rumahnya. " Bagaimana kehidupan saya selanjutnya pak, saya tidak mau hamil tanpa status belum menikah. Bagaimana ibu saya di kampung kalau tau hal ini." ucapnya lemah Hendrik tidak mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD