"Jadi kau yang telah mengambil hati anakku?" Dengan sangat anggun Lisni duduk di samping Birawa. Menatap sosok Siluman yang ada di hadapannya. Seperti yang ia duga. Birawa tidak terlalu berbeda dengan laki-laki dewasa di kalangan bangsa manusia. Meski usianya sudah dua ratus tahun lebih. Birawa mengangguk. "Izinkan saya menjaga dan menemani Uli hingga kami sama-sama selesai dalam menjalani hidup." Lisni mengulas senyum. "Aku memberikan restu untuk kalian berdua." Menoleh ke arah Sadikin yang kini diam mematung. Meski memiliki istri dari bangsa siluman, tetap saja menatap Birawa menghadirkan rasa takut di hatinya. Terlebih lagi laki-laki itu adalah pemimpin tertinggi bangsa siluman serigala yang sangat ditakuti oleh warga desa. Sadikin juga sudah mendengar bagaimana sepak terjangn

