Selama perjalanan pulang Laila larut dalam pikirannya sendiri. Ia tak lagi sadar dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. Termasuk tidak sadar jika ada beberapa siluman yang mengincar, tapi batal mendekat karena ada Varong di dekatnya. "Masih jauh kah jalan yang harus ditempuh untuk menuju ke rumahmu?" tanya Varong saat melihat fajar ingin menyapa bumi. Mereka juga sudah sampai di penghujung desa, tapi Laila tak kunjung bersuara. Mengatakan di mana letak rumahnya. Laila yang terbawa lamunan, menggeleng. Terseret ke alam sadar setelah mendengar ucapan Varong. Tadi ia sempat melamun dan bertarung dengan imajinasi sendiri. Menerka siapakah gerangan pemuda tampan yang ada di depannya kini. Melihat kebaikan Varong, Laila tidak yakin jika pemuda itu adalah salah satu dari bangsa siluman.

