Chapter 32

1506 Words

Fransisca yang mendapat kabar dari Evan jika Sophie mengalami kecelakaan, menangis histeris melalui sambungan telepon. Lantas langsung terbang ke Manhattan dengan penerbangan terakhir bersama Louise. Perempuan paruh baya itu tak henti-hentinya berdo'a kepada Tuhan agar anaknya bisa selamat dan sehat seperti dulu. Dia merutuki nasib yang menimpa anak gadis satu-satunya itu. "Bagaimana bisa hasil laboratorium berbeda, Evan? Kenapa kau tidak tahu jika dia hamil?" "Maafkan aku, Nyonya... sungguh ampuni aku," lirih Evan dengan nada pasrah. "Sophie benar," ucap Fransisca. "Harusnya aku tidak membiarkan dia kembali ke Manhattan. Kau telah kuberikan kepercayaan untuk menjaga putriku, tapi... kau... " sambungan telepon tiba-tiba terputus membuat Evan semakin merasa bersalah. Hampir se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD