"Bagaimana kau tahu? Apa kau menguntitku, Clayton?" dengkus Sophie. "Tunggu. Dari mana kau tahu nomor ponsel baruku?" Seketika jantung Sophie bertalu-talu begitu kencang, hingga sensasi dingin kini merambati seluruh kulit tubuhnya. Perasaan gadis itu bercampur aduk, antara senang dan tidak suka membuat kupu-kupu di dalam perutnya bergejolak hingga ingin keluar dari mulut. Sophie tersadar. Evan bukanlah orang sembarangan di dalam pohon keluarga Clayton. Berbekal nama belakangnya saja, semua orang pasti akan menuruti perintah lelaki bermata abu-abu itu. Dan untuk mencari gadis seperti Sophie, rasanya bagi Evan seperti sedang mengikuti jejak anjing. "Ya ya dan ya, ayolah, perjanjian kita belum berakhir, Boucher," rayu Evan. "Kau tahu aku bisa melalukan segalanya." "Cih! Somb

