TWENTY FIVE

1718 Words

Tak berapa lama, Lando kemudian seperti tersadar dan melihat dengan cemas ke arah Aira yang sudah berdarah dan menangis. “Astaga! Aira, maafkan aku.” Katanya kemudian menggendong tubuh Aira ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Ia tidak memberontak, tubuhnya masih lemas mendapati perlakuan Lando yang bersikap dengan buruk sore itu. Selama setahun lebih ia pacaran dengan Lando, ia bahkan tidak pernah melakukan hal yang menakutkan seperti barusan. Lando juga tak pernah membahas tentang masalah mantannya. Yang Aira tau tentang hubungan Lando sebelumnya, mantan kekasihnya selingkuh dengan teman di organisasinya. Mungkin dengan memory itu, Lando menjadi super protective kepada Aira. Ia akan marah jika, Aira bertemu dengan seorang laki-laki dan berbincang sampai tersenyum. Lando

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD