Kemarahan Ashraf

1545 Words

Setiap hari Livia menunggu kedatangan Ashraf dengan perasaan putus asa, dirinya kesepian, hanya di temani sebuah ponsel yang tak juga kunjung berdering. Lelah ia menunggu kehadiran Ashraf, atau hanya sekedar telepon dari suaminya, tetapi hampa. Kini ia menjalani hari-hari sepi di rumah sakit seorang diri, hanya Freya dan Kalila yang rajin menyambanginya setiap hari, sedangkan Ashraf tidak pernah lagi meluangkan waktu dengannya. Livia tahu, suaminya pasti kecewa dengan kebohongan yang telah ia buat, tetapi tidakkah suaminya bertanya kenapa ia tega berbohong? Kenapa Ashraf tidak mau mengerti kalau ia ingin menjadi satu-satunya wanita yang ada di dalam hati laki-laki itu. Ia terlalu mencintai Ashraf hingga tidak rela membagi kasih sayang suaminya pada wanita lain. “Aku menasehatimu seb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD