Bimbang

1465 Words

Anulika mengintip dari balik pintu, menyaksikan Ashraf menangis tersedu di dalam pelukan Livia. Pria itu memeluk erat tubuh istrinya yang terbaring lemah di bed, dengan senyum bahagia yang tampak menyedihkan. Jari-jari kurus Livia menyusuri garis wajah Ashraf, memastikan laki-laki yang berada di hadapannya adalah orang yang ia cintai. Kebahagiaannya membuncah saat menyadari orang yang dirindukannya telah hadir di depannya, sehingga tanpa disadari, ia mengalirkan air mata bahagia. Dari balik pintu Anulika menangis sedih melihat keadaan Livia sangat jauh berbeda dari terakhir kali ia bertemu, hampir dua bulan lalu. Tubuh wanita itu semakin kurus tanpa daging, hanya tinggal kulit yang membalut tulang. Wajahnya putih pucat seperti tak berdarah, terlihat tirus dengan tulang pipi yang semaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD