"Kak," panggil nayla pada brian yang duduk di salah satu bangku taman. Brian yang memggunakan samarannya itupun langsung berdiri "kamu sudah datang? Duduklah," "Aku ingin kamu menjauhi samudra," ucap pria itu to the point membuat nayla terkejut. "Maksud kakak?" "Jauhi samudra . aku rasa kamu tidak tuli," "T-tapi kenapa ?" tanya gadis itu yang sudah berkaca kaca. Jujur brian tidak tega harus mengatakan ini dan melihat nayla menangis seperti ini namun dia harus melakukannya. Ini demi sepupunya, claudia. "Karena samudra akan segera kembali pada claudia,"" Nayla langsung bangkit berdiri. "Bohong!. Kakak bohong kan? Samidra tidak mungkin melakukan itu. Dia tidak mungkin meninggalkanku. Dia sangat mencintaiku begitu juga denganku," Brian tersenyum kecut "dulu samudra juga mencintai cl

