WARNING 21+ Kata "Sayang" yang meluncur dari bibirnya terasa seperti cambuk sekaligus belaian. Dia memintaku menyepakati sebuah kemustahilan—menjadi wanita simpanannya, sekaligus tetap menjadi sahabat putrinya. Ada racun manis dalam tawaran itu, dan aku tahu aku takkan bisa menjawabnya dengan kata-kata. Jadi, alih-alih menjawab, aku membungkam mulutnya dengan mulutku. Ini bukan ciuman lembut. Ini adalah gempuran. Serangan putus asa dari seorang wanita yang tahu dia sudah kalah. Aku melumat bibirnya dengan brutal, menuntut, seolah ingin menelan semua keraguan, semua rasa bersalah, dan semua kata-katanya yang menusuk tadi. Kalandra tidak menolak. Tentu saja tidak. Erangan rendah dan berat lolos dari tenggorokannya. Ciuman itu dibalasnya dengan intensitas yang sama liarnya. Tangannya y

