72 - Dipingit 🔥

1409 Words

Perjalanan pulang terasa jauh lebih sunyi meski kami duduk berdampingan di dalam mobil. Pikiranku masih melayang pada titah Nenek Marine yang melarang kami bertemu selama seminggu penuh. Kalandra sesekali memukul kemudi dengan pelan, wajahnya tampak sangat tidak puas. "Ide gila macam apa itu? Kenapa harus ada acara dipingit segala?" gerutu Kalandra tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. Aku menoleh padanya, mencoba menahan tawa melihat ekspresi frustrasinya yang jarang terlihat. "Om, itu memang tradisi. Biasanya memang dilakukan seperti itu, katanya supaya rindu makin membuncah waktu acara pernikahan nanti." Kalandra menghela napas panjang yang terdengar sangat berat, seolah baru saja dijatuhi hukuman seumur hidup. Melihat itu, aku tidak tahan untuk tidak meledeknya. "Kenapa? Ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD