27 - Pergolakan Batin Alea

1374 Words

Aku terhuyung mundur, tubuhku terlempar ke dinding ruangan kecil itu. Rasa sakit karena benturan itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa terhina yang membakar seluruh tubuhku. Aku mencengkeram kain robe tipisku, mencoba menutupi diri dari tatapan River yang dingin dan meremehkan. "Sekarang kau tahu tempatmu," katanya, nadanya tegas dan final. Kalimat itu seperti cap panas yang ditempelkan di dahiku. Murahan. Aku tidak punya waktu untuk marah, atau pun menangis. Hanya ada satu insting yang tersisa di otakku kabur. Aku tidak membalas tatapannya. Aku hanya memutar badan, bergerak liar menuju pintu yang tadinya ditempeli punggung River. Aku menarik gagang pintu itu sekuat tenaga dan membukanya. Ruangan itu terasa seperti jebakan yang baru saja terbuka. Aku melesat keluar. Lorong rumah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD