91 - H - 1 Jelang Pernikahan

1436 Words

Aku meronta sekuat tenaga, mencoba melepaskan cengkeraman tangan besar yang membekap mulutku. Pikiranku kalut, ketakutan luar biasa membayangkan jika ini adalah orang suruhan Violin atau penyusup yang ingin mencelakaiku. Di seberang pilar, hanya berjarak beberapa langkah, suara Nenek Marine masih terdengar tegas berbicara di telepon, membuat situasi ini terasa seperti antara hidup dan mati. "Lepaskan!!" aku berteriak tertahan di balik telapak tangannya, namun pria itu justru semakin mengunci tubuhku. Dia mendorongku hingga punggungku menabrak dinding marmer yang dingin, namun tubuhnya yang panas dan keras segera menghimpitku tanpa celah. Dengan satu gerakan dominan, dia mengunci kedua tanganku ke atas kepala, sementara kakinya menyelinap di antara kedua pahaku, membuatku terkunci sep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD