105 - Mawar Putih Di Pagi Hari

1578 Words

Kalandra tidak memberiku kesempatan untuk membalas kata-katanya. Ciumannya turun dari bibir, menyusuri garis rahangku yang perih, lalu ke leherku, memberikan kecupan-kecupan panas yang membuat seluruh tubuhku gemetar. Aku mendesah tertahan saat merasakan sentuhan bibirnya yang membakar di kulitku. Ia seolah ingin menghapus memori tentang tangan kotor Alisa di bandara tadi dan menggantinya dengan jejak-jejak sentuhannya yang membara. Tangannya yang satu masih menggenggam erat jemariku, sementara tangan yang lain bergerak naik, masuk ke balik gaun tidur tipisku. Jemarinya yang hangat menyusuri punggungku, menimbulkan sensasi geli dan panas yang membuatku melengkungkan punggung. Kalandra mendesah rendah di kulit leherku, ciumannya semakin dalam, semakin memabukkan. "Aku menginginkanmu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD