34 - Kegilaan

1066 Words

Aku tertawa kecil melihat ekspresi Kalandra. Wajahnya yang tegang kini terlihat santai, tapi masih memancarkan gairah yang belum sepenuhnya padam. Ia meraih tanganku, gerakan yang membuat erangan kecil keluar dari tenggorokannya—dan mengecup telapak tanganku dengan lembut. "Kamu nakal sekali, Alea," katanya, suaranya kembali serak dan penuh kekaguman. "Aku hanya meniru Om," balasku, mencium pipinya. "Sekarang, kita harus membersihkan ini." Aku bangkit dan menariknya. Kalandra, meski terlihat lemas, menurutiku. Ia berdiri, sementara aku buru-buru menaikkan ritsleting dan mengancingkan celana panjangnya—setidaknya agar terlihat sopan jika ada yang masuk, meskipun aku tahu kami sendirian. Kami melangkah ke kamar mandi suite hotel yang mewah. Udara di dalam kamar mandi terasa hangat, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD