36 - Ajakan Kencan Panas

1377 Words

Aku terlelap setelah badai gairah dan emosi itu mereda. Kepuasan yang ia berikan terasa begitu intens, membuat saraf-sarafku benar-benar rileks. Namun, tidurku tidak bertahan lama. Aku mulai mendengar suara bisikan dari Kalandra. Perlahan aku membuka mataku. Kamar masih remang-remang, tetapi aku bisa melihat sosok Kalandra berdiri di dekat jendela, berbicara di telepon. Ia baru saja keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melingkar erat di pinggangnya, memperlihatkan d**a bidang dan perutnya yang kencang. Wajahnya yang tadi penuh hasrat kini dilingkupi ekspresi yang sangat serius, bahkan tegang. Aku berbaring diam, berpura-pura masih tidur dan mendengarkan. "Tidak, Alisa," suara Kalandra terdengar rendah dan tegas. "Daddy tidak bisa mengikuti keinginanmu itu. Daddy tidak bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD