79 - Rayuan Pria Dewasa

1156 Words

Kalandra tidak memberiku ruang untuk sekadar menarik napas. Aku memekik kecil, tertahan di balik bibirnya, saat jemarinya yang hangat dan sedikit kasar bersentuhan langsung dengan kulit sensitifku yang sudah sangat lembap. "Om... ahh, jangan di sini... n-nanti ada orang..." rintihku dengan kepala mendongak. Aku berusaha meredam suaraku, menggigit bibir bawahku kuat-kuat agar desahanku yang bergetar tidak menggema keluar jendela mobil. "Kenapa? Kamu sudah sebanjir ini, Alea. Kamu bahkan lebih haus dariku," bisiknya serak tepat di depan bibirku, menyapu napasnya yang menderu ke wajahku. Kalandra tidak berhenti. Aku tersentak hebat, tubuhku bergetar dalam dekapannya. "Ahh!!" aku meracau tanpa sadar, kehilangan seluruh kendali diri di bawah kuasanya. Kalandra menggeram. "Lihat b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD