Tidak mau memikirkan ucapan David. Rania memutuskan untuk pulang. Lagian Gaby juga harus masuk kerja jam dua siang, karena dia mendapat shift siang. Rania juga meminta Gaby untuk tutup mulut masalah ini, meskipun dia tahu segalanya tapi Rania berharap jika hal ini hanya Gaby saja yang tahu. Jangan sampai ada banyak orang yang tau masalah ini. Bukannya apa, Rania belum siap jika harus mendapat cemoohan dari banyak orang, yang menggantikan pernikahan saudara kembarnya. “Aku anterin ya, daripada jalan kaki.” kata Gaby. Rania menatap jam yang ada di ponselnya lalu menggeleng. Ini sudah jam satu, takutnya Gaby akan terlambat jika harus mengantar Rania pulang. Lebih baik dia jalan kaki atau mungkin memesan ojek online, karena jarak antara taman kota dan juga rumah Abrisam tidak begitu jauh.

