IP-32

1583 Words

Rania membaringkan tubuhnya terlentang di atas kasur empuk berwarna putih. Tangannya terlentang dan sesekali menghela nafasnya lega. Kakinya dia biarkan menyentuh lantai sesekali menendang ke udara. Sedangkan Abrisam yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung menutupnya dengan cepat. Dia pun menggunakan akan tongkat yang selalu dia bawa untuk mencari keberadaan Rania. Wanita itu sedang marah padanya, karena ulah Abrisam. Tentu saja marah, yang seharusnya mereka pulang ke rumah karena Selena menunggunya di rumah. Abrisam memutuskan untuk membelokkan mobil yang mereka ke dari ke sebuah hotel. Memesan dua kamar untuk dirinya dan juga supir yang dia bawa. Tidak mungkin juga Abrisam membiarkan supir itu tidur di lobi hotel kan? Menemukan kaki Rania. Abrisam pun berdiri di depan wanita itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD