Rania menyelinap masuk ke dalam kamar mandi setelah melihat Abrisam masuk ke dalam kamar mandi. Bersyukur pria itu tidak menutup pintunya rapat, hingga membuat Rania gampang untuk masuk. Wanita itu memilih duduk diatas kloset dengan tenang dan damai. Melihat Abrisam yang baru saja membasuh wajahnya dengan air. Pria iu sempat mengangkat wajahnya menatap ke arah cermin, pergerakannya juga sempat berhenti sejenak sebelum tangannya mencari sesuatu di samping kaca. Sikat gigi dan juga pasta gigi, begitu saja bahkan sudah membuat Rania senang. Benar kata orang, melihat pria tampan di pagi hari sangat bagus untuk mood dan juga otak. Dan Rania mengakuinya kali ini, dia mengakui jika dia sangat suka melihat wajah bantal Abrisam, wajah basah Abrisam dan juga wajah yang … “Bri … ada Leon.” Teriak

