"Aduh … " Ini sudah satu jam lamanya Rania dan juga Abrisam tak kunjung keluar kamar setelah meminum ramuan dari Selena. Dan tentunya tiga orang yang sedang menguping di depan kamar mereka, saling menahan tawa mereka agar tidak pecah. "Ah … sakit." Selena mendelik, melebarkan matanya mendengar kata itu Dia bahkan sampai meremas tangan Alfa untuk menahannya agar tidak berteriak. "Pelan Ran." Dan entah kenapa, suara itu begitu candu untuk Selena. Rasa ingin berteriak kencang, karena rencananya berhasil. Tapi Alfa sudah lebih dulu mendelik dan meminta Selena untuk diam. Mereka itu berhasil sedang pembuahan atau sedang melakukan hal yang lain. "Hiks Mas … ini sakit." suara Rania semakin merengek. "Astaga … ini pelan loh Ran. Pelan banget malahan, masa iya masih sakit?" Selena

