27

1072 Words

"Reza?" Suara derasnya hujan seolah menghilang dikala keresahan melanda diri Layla. Suasana yang sepi di sebuah bangunan tua di pinggir perkebunan membuat tak ada siapapun pejalan lain disana terlebih hujan sedang turun begitu deras. Layla memundurkan langkahnya melihat Reza yang kini sepenuhnya memusatkan perhatian kepadanya. Seringai lebar ditambah asap rokok di sekitar wajahnya membuat sosok Reza terlihat semakin menakutkan. "Wah, kehujanan juga, Layla?" tanya Reza seraya menginjak puntung rokok yang masih menyala. "Sepertinya kamu kedinginan, mau bantu kuhangatkan?" "Janda seperti kamu pasti butuh yang namanya kehangatan laki-laki, kan?" tanya Reza dengan seringai mesumnya. Hal itu memancing amarah Layla yang merasa dihina. "Jangan bicara sembarangan kamu!" bantah Layla keras, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD