Saki sedang membuat salad sayur untuk stoknya beberapa hari ke depan, salad yang di-wrap dengan rice paper. Semua sayur sudah dipotong, ada jagung dan wortel yang telah direbus, kol ungu dan timun yang dipotong memanjang, juga daun selada, telur yang sudah direbus dan ayam yang sudah dimasak dengan lada hitam. Walau tangannya sibuk, pikirannya berkelana memikirkan pria yang telah menjadi suaminya satu bulan ini. Dipta dengan perhatiannya, dengan tanggung jawabnya, sikap lembut dan senyumnya setiap bersamanya membuat debaran itu semakin Saki rasakan, membuatnya sekuat tenaga menjaga benteng yang telah dia buat agar tidak jatuh hati pada pria itu. Tidak pernah sekali pun, Dipta membicarakan tentang perceraian. Pernikahan mereka seperti pernikahan orang normal pada umumnya, yang menikah

