40. Gara-gara Jalan-jalan

1599 Words

"Aaa, makan dulu," perintahku, dengan satu tangan memegang sendok berisi nasi dan sepotong telur dadar yang ditambah kecap. Boy membuka mulutnya. "Aaam," ucapnya setelah semua nasi masuk. Lagi dia menaiki mobil gasnya, melajukan ke tengah halaman. "Good morning, Boy!" "Moning, Anteu!" "Udah sarapan belum? Tante bawain sandwich buat kamu. Lihat, ada daging sama telurnya." "Mau," sahut Boy antusias. "Ayo, makannya di sana." "Ote!" Boy memutar balikan mobilnya kembali ke arahku. Aku menatap keakraban ibu dan anak itu. Padahal belum genap sebulan mereka bertemu, tapi sudah tampak terlihat dekat. Entah mungkin karena Maudy melakukan pendekatan dengan baik, atau memang Boy yang mudah akrab dengan siapa saja. "Selamat pagi, James," sapa perempuan itu. "Selamat pagi, Mbak Maudy," sahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD