POV : Yura Sampai di kafe, Hamzah langsung kuminta pulang karena aku tidak mau merepotkan. Aku berjalan melewati barisan tamu yang sudah datang. Sampai aku mencium bau parfum yang sangat kukenal. Ini bau parfum Mas Danu. Aku menoleh ke arah meja yang duduk di bagian depan, saat hendak mendekat. Seorang cleaning servis menegurku. "Mbak Yunita, kata Bu Rita segera ke ruang tunggu. Sebentar lagi Mbak dipanggil," katanya. Aku langsung menuju ruang ditunggu. Di sana sudah ada Mbak Rita menunggu. "Tumben, telat," sapanya dengan senyum khas "Mukamu kok sembap? Kamu habis nangis? Kenapa?" "Bukan apa-apa, Mbak. Aku baru bangun tidur, karena itu mukaku sembap," jawabku. "Oh gitu, ya udah siap-siap, ya. Bentar lagi dipanggil." "Siap, Mbak!" jawabku sambil hormat. Mbak Rita tertawa, la

