POV : Yura Tepat pukul 10.00 pagi, ada WA masuk. Ternyata Hamzah memberi tahu kalau dia akan mampir ke rumah sekarang. Sedangkan Ibu Nur sudah pergi ke luar kota setelah sarapan pagi tadi, dia menginap selama satu minggu di sana. Aku beranjak dari ranjang, kemudian menyambar jilbab instan berwarna hitam di balik pintu kamar. “Bik tolong buatin teh manis, ya, satu aja. Nanti tolong anter ke teras depan,” pintaku pada Bik Nung. “Iya, Mbak,” jawabnya langsung berjalan ke dapur, sedangkan aku menuju ke teras. Aku tidak pernah mempersilakan Hamzah masuk kalau ia bertamu. Selain merasa tidak enak dengan Ibu Nur, aku juga merasa kalau diri ini masih istri Mas Danu. Alasan itulah yang membuatku harus menjaga kehormatan sebagai seorang istri. Sepuluh menit berlalu, akhirnya Hamzah datang. Pri

