Menemukan Bayi

1024 Words

Di kantor, berulang kali teman-teman mengajak ke kelab malam. Dengan sopan aku berusaha menolaknya. Cukup sekali saja kejadian seperti tadi malam, aku tidak ingin ada kejadian kedua sehingga memberi kesempatan pada Papa untuk mengendalikanku lagi. Aku menyusun semua map yang ada di meja setelah membubuhkan tanda tangan. Teringat tadi pagi, aku meninggalkan Ema di meja makan. Ingin mengajaknya bersama berangkat bekerja, tapi aku takut dia salah mengartikan. Aku tidak mau dia terlalu berharap. Karena aku menyadari, dia mulai suka padaku. Tidak jarang, aku memergokinya mencuri pandang, baik di rumah ataupun di kantor. "Hai Danu!" sapa Ikbal yang langsung duduk di depanku setelah masuk tanpa mengetuk pintu. "Hai, kenapa? Mau ngajak ke kelab juga?" Aku menyandarkan punggung ke kursi dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD