ADNAN DAN AILEENA | 16

1650 Words

    Suasana meja makan kembali senyap pagi ini. Adnan mencuri-curi pandang pada Aileena yang sesekali menyuapkan nasi goreng buatan Adnan ke mulutnya. Aileena terlihat lebih sibuk dengan ponselnya sejak pagi.    Adnan juga memilih bungkam. Dia tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Aileena sejak semalam terkesan sangat menghindarinya. Adnan tidak tahu letak kesalahannya di mana dan dia juga tidak tahu cara memperbaikinya seperti apa.     Aileena meninggalkan meja makan begitu saja saat deru mesin mobil terdengar dari luar rumah. Langkah Aileena terlihat terburu-buru. Adnan mengikuti langkah Aileena dengan cepat. Langkah Adnan terhenti di depan pintu saat melihat Arga mengecup puncak kepala Aileena dengan lembut, hati Adnan semakin retak saat melihat senyum indah terlukis di bibir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD