Tawnty Eight

2497 Words

Happy Reading^-^ Maaf kalau nemu typo yah Ruangan itu sunyi seketika. Hanya detak jarum jam yang terdengar sangat jelas. Calvin duduk di sofa sedangkan Catherine duduk di ranjang. Mereka tidak berani menatap wajah masing-masing. Sesekali Catherine hanya melirik kearah Calvin. Melihat rona wajah lelaki itu dan rasanya ingin menertawainya tapi dia yakin wajahnya sendiri juga pasti memerah.  Calvin berdiri tiba-tiba. Dia merasa ruangan itu berubah menjadi panas. Bahkan dinginnya Air Conditioner saja tidak sedikitpun dia rasa menembus kulitnya. Calvin melewati ranjang Catherine tanpa menatap wajah wanita itu. Dia tidak tahu kenapa tidak bisa mengontrol dirinya. Seharusnya dia bisa menahan diri sehingga tidak membuatnya merasa malu dan gugup di depannya. "Aku akan pulang. Kau ... langsung p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD