Lelaki itu terduduk di kursi belajarnya. Ditatapnya novel yang sudah sangat lama dibeli oleh Nadine, novel pilihan lelaki itu sendiri. Dibukanya bagian tengah novel yang tampak renggang, ternyata terdapat lipatan post it disana. Diraihnya post it berwarna kuning tersebut, dibukanya perlahan. Aldric bego pilihan novelnya jelek! Lelaki itu tersenyum, walau matanya memerah. Novel ini tidak jelek, dia tau itu. Karena Nadine sering kali membaca novel ini. Disapanya lembar demi lembar, dan kalimat yang dilingkari dengan pensil membuat lelaki itu berminat membacanya. "Kalau kamu suka sama sahabat sendiri, ya jujur aja. Nggak usah gengsi-gengsian, keburu nyesel baru tau rasa." Aura berujar emosi pada Veronika. Lelaki itu seketika mengerti, mengapa Nadine begitu menyukai novel ini. Posisi Vero
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


