Seorang Pengupas Ketela

1390 Words

Mauren menatap kolam belakang rumah dengan tatapan kosong. Biasanya, Marco disana menemani nya sembari memberi makan ikan ikan. Mauren rindu Marco. Rindu juga dengan Nadia. "Nenek?" Mauren menoleh, langsung menghapus air mata nya kala cucu paling bungsu nya berjalan menghampiri. "Nenek menangis?" Mauren menggeleng. "Hah...tidak Nenek tidak menangis. Tadi kelilipan debu saja." David menatap Mauren lalu ikut duduk di sampingnya. "Nenek rindu Marco?" tanya nya. "Ya, Nenek rindu Marco." balas Mauren. "David juga." timpal David membuat Mauren menoleh. Ia lupa. Bukan ia sendiri yang kehilangan Marco dan Nadia. Semua orang kehilangan mereka. Mauren langsung memeluk David. "Maaf, Nenek lupa diri. Nenek kira hanya Nenek yang kehilangan mereka." David tersenyum lalu membalas pelukan Dav

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD