"Hei." Lala terkejut kala melihat Marco tengah duduk santai di pohon mangga belakang sekolah. "Apa kau akan berubah profesi menjadi monyet sekarang?" kata Lala. "Apa monyet itu profesi?" Lala menggeleng sembari terkekeh. "Aku bercanda." Marco lalu melompat turun dari pohon mangga dengan santai nya. "Hati hati, kau bisa melukai tubuh mu sendiri." Marco menggedikkan bahunya. "Aku tak akan pernah terluka." "Ya aku percaya." Marco tersenyum. "Dimana David?" cowo itu berdehem. Seperti malas kala Lala menanyakan tentang nya. "Aku tidak tau." "Bukan kah kalian berdua tak bisa di pisahkan?" "Dia yang tak bisa tanpa ku." Lala lagi lagi terkekeh. "Ya, aku juga percaya dengan mu kali ini." kata nya. "Kau mau kemana?" tanya Marco. "Membuang sampah." kata nya sembari memperlihatkan temp

