Kehilangan

1192 Words

Chris memandang wajah ayu sang istri yang pucat. Nadia tak mau bicara, tak mau makan, hanya diam. Seolah olah sebagian dari diri nya telah hilang setelah Bard bilang janin di kandungan nya telah tiada. Bukan marah dan meraung, Nadia malah diam seperti badan tanpa raga. "Nad, aku minta maaf. Ini semua memang salah ku..." Nadia melepas tangan Bard yang menggenggam nya. Seperti risih jika Bard menyentuh nya. "Pembunuh." kata Nadia sembari menatap kosong pemandangan di luar jendela. Hati Bard seperti mencelus. Ia juga kehilangan anak mereka.  Namun Bard malah berdiri lalu menenggelamkan Nadia ke dalam kungkungan nya. "Jangan diam saja, aku takut Nad."  Sungguh Bard takut jika Nadia hanya diam saja seperti raga tanpa nyawa. Lebih baik sang istri meraung daripada seperti itu. "Kembalik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD