Ada sepenggal puisi yang sedang Sagi baca ulang dari sebuah buku catatan semasa sekolah dulu. Yang akhir-akhir ini mendadak Sagi rindukan dan beruntungnya selalu tersimpan rapi di dalam laci kerjanya. Kenapa Sagi mendadak membuka buku catatannya? Sepele sekali alasannya. Semalam Sagi di ceramahi Maminya soal gambaran tentang kehidupan rumah tangga dengan sejumlah gonjang-ganjing perselingkuhan yang menerpa. Yah, namanya juga hidup. Rumah tangga sekokoh apa pun pondasinya, jika sedang di timpa masalah, maka takdir yang sudah di gariskan tidak dapat di hindari. Sagi memang tidak ada rencana untuk berselingkuh. Tapi siapa yang tahu, 'kan ke depannya bagaimana? Tidak m*****i sumpah dan janji pernikahan tidaklah mudah. Dalam drama tersebut, terlalu banyak alasan kenapa bisa perselingkuhan

