43

1046 Words

“Papa dengar-dengar, katanya kamu ketemu Liana di Bandung kemarin?” Cakra berjalan paling depan membawa Bare dan Sagi menuju ruang kerjanya. Meninggalkan mamanya dengan sejuta emosi yang membumbung tinggi. Rasa gugup jelas menjalari degupan jantung Cakra. Bagaimana tidak? Sudah lama tidak melihat putrinya—putri sulung dari pernikahan keduanya—yang hamil dengan perut besar. Bukan malu atau apa, toh ada suaminya—Sagitarius Yudantha—yang sejak dulu Barella idam-idamkan. Hanya menyesal karena tidak menjadi bagian pernikahan keduanya dan Cakra tidak ada di masa-masa sulit kehamilan awal Barella. Pasti sulit, isi dari benak Cakra. “To the point saja Pa.” Barella tidak tahan lagi berada di rumah ini. Rasanya ingin cepat-cepat pergi seusai kelar urusannya. “Kamu nggak kangen Papa?” Vokal Cakr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD