Di balik jeruji besi dingin, Elson baru saja menyelesaikan sesi kunjungan pengacaranya. Senyum pongah masih terukir di bibirnya. Ia merasa aman, bahkan berkuasa. Rencananya telah berjalan mulus. Leon pasti sudah hancur, terpuruk dalam kesedihan dan keputusasaan atas keluarga kecilnya. Kematian Lopita dan bayi-bayinya akan menjadi pukulan telak yang membuat Leon tak sanggup bangkit lagi. Namun, senyum Elson memudar saat seorang sipir mendekat dengan wajah tegang. "Ada kiriman khusus untuk Anda, Tuan Elson," katanya, menyerahkan sebuah amplop tersegel. Elson membuka amplop itu dengan alis terangkat. Di dalamnya, ada sebuah foto. Foto gudang ilegalnya yang hangus terbakar, hanya menyisakan puing-puing gosong dan asap yang membumbung tinggi. Sebuah tulisan tangan rapi tertera di baliknya:

