Mengancam pak Anwar

1226 Words

Di sebuah gudang kosong dokter Erlangga bertemu dengan pak Anwar "Apa kau tidak takut aku akan menjebakmu!?" tanya pak Anwar yang tersenyum sinis "Tidak sama sekali, karena walaupun saya mati. Semua bukti kejahatan anda sudah ada di tangan yang tepat," jawab dokter Erlangga yang menghampiri pak Anwar yang berdiri di luar "Apa yang kau mau dariku!?" tanya Pak Anwar yang kesal "Pertanggung jawaban atas kematian Dewi dan Bram," jawab dokter Erlangga "Mereka berdua pantas mati, dan sebentar lagi putri kesayangan mereka akan segera menyusul," ucap pak Anwar yang tersenyum sinis "Apa salah dan dosanya sehingga anda tega melakukan hal-hal mengerikan seperti itu pada gadis seusianya, anda tahu karena perbuatan anda Riana mengalami trauma setelah kedua orangtuanya meninggal!" ucap dokter Erla

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD