"Permisi, Tuan. Ada yang ketinggalan, nih!" ujar Ratu sembari menepuk punggung suaminya. Sagara yang sedang menghadap pelayan pun menengok ke belakang. Bibirnya yang tengah menyebutkan pesanan pun seketika terhenti. "Sepertinya saya ndak meninggalkan apa pun." Namun begitu melihat sosok yang mengatakan itu, Sagara terbengong. Pupil matanya membesar. Otaknya berusaha menerjemahkan situasi yang tengah terjadi di depannya. Dan ketika dia percaya bahwa penglihatannya tidak salah, Sagara pun memeluk Ratu. Ratu tak menyangka dengan apa yang dilakukan Sagara padanya. Awalnya Ratu merasa nyaman, tapi begitu dia sadar bahwa dia berada di tempat umum, Ratu segera menanggalkan pelukan Sagara. Ujung mata Ratu pun seketika melihat ke arah Fritz. Pria yang sudah berwajah horor itu, kini tambah menge

