“Kamu beneran mau ikut?” tanya Sagara saat Ratu turut turun bersamanya dengan lift. Ratu mengangguk. “Aku ada keperluan di dekat hotel yang kau sebutkan itu. Jadi ya sekalian saja,” ungkap Ratu. Aslinya Ratu bohong. Semalam, dia sama sekali tak bisa membayangkan Sagara yang hendak bertemu dengan Naia lagi. Hari ini, hari terakhir bekerja dan Sagara sama sekali tak boleh izin. Sagara dibutuhkan untuk menjelaskan beberapa detail tambahan kepada owner hotel yang mereka dekorasi ulang. Bahkan pihak kontraktor akan menjemput Sagara jika itu diperlukan. Dan malam itu, yang menelpon Sagara bukan orang lain, melainkan Naia. Tentu mendengar suara wanita yang membuatnya jenuh, Ratu seketika meledak. Dia merebut telepon Sagara dan menjawab perkataan Naia. “Dia akan berangkat bersamaku!” raung Rat

